ARSIP-KU
Wednesday, April 30, 2008
Banyak di antara kaum muslimin pada hari ini yang jauh dari agamanya, tidak mau menghadiri majelis ilmu, karena sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan terkadang ia tertinggal shalat jama’ah. Mereka amat cinta kepada dunianya, namun lupa bekal akhiratnya.

Lalainya dengan kehidupan dunia sampai lupa akhiratnya, karena ada beberapa faktor diantaranya karena pernah mendengar hadits:
كاد الفقر أن يكون كفرا
“Hampir-hampir kefakiran itu mendekati kekafiran.”[HR.Al-’Uqoiliy dalam Adh-Dhu’afa’ (419), dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (3/53) dari jalur Sufyan, dari Al-Hajaj dari Yazid Ar-Roqosyiy dari Anas secara marfu’.]

Padahal hadits ini adalah hadits dho’if (lemah), tidak boleh diamalkan, diyakini, dan dikategorikan sebagai sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Hadits ini lemah karena Yazid Ar-Ruqosyiy dan Hajjaj, keduanya lemah. Oleh karena itu, Syaikh Al-Albany men-dho’if-kannya dalam Takhrij Musykilah Al-Faqr (hal. 9).

Dari segi redaksi hadits ini aneh !!! karena berapa banyak orang miskin dan fakir tidak mendekati kekafiran, apalagi jadi kafir. Lihatlah realita kebanyakan sahabat; mereka fakir, tapi tidak kafir. Yang benar, jika ilmu dan iman seseorang kurang, maka di sinilah seseorang terkadang mendekati kekufuran, bahkan kafir, Na’udzu billahi min dzalik.

Sumber : Rubrik Ensiklopedia Hadits Lemah Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 15 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan hubungi alamat di atas. (infaq Rp. 200,-/exp)

sumber: http://almakassari.com/?p=115


Labels: ,

Baca Selengkapnya...
 
posted by إبراهيم at 8:19 PM | 0 comments
Friday, March 7, 2008
Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 16 Tahun I

Banyak hadits lemah dan palsu yang tersebar di masyarakat melalui lisan para khatib yang memiliki ilmu agama (khususnya ilmu hadits) sehingga banyak diantara masyarakat tertipu dan menyangkanya sebagai sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- .

Diantara hadits tersebut :

مَنْ أَصْبَحَ وَالدُّنْيِا أَكْثَرُ هَمِّهِ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فَيْ شَيْءٍ وَمَنْ لَمْ يَتَّقِ اللهَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِيْ شَيْءٍ وَمَنْ لَمْ يَهْتَمَّ لِلْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً فَلَيْسَ مِنْهُمْ

"Barang siapa yang berada di waktu pagi, sedang dunia adalah cita-citanya yang terbesar, maka ia tidak akan berada dalam suatu (jaminan) dari Allah sedikit pun. Barang siapa yang tidak bertaqwa kepada Allah, maka ia tidak akan berada dalam suatu (jaminan) dari Allah sedikit pun. Barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin seluruhnya, maka ia bukan termasuk di antara mereka". [HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (4/317) Al-Khatib dengan penggalan pertama dari hadits ini dalam Tarikh Bagdad (9/373)].

Hadits ini palsu, karena di dalam sanadnya terdapat rawi yang tertuduh dusta, yaitu Ishaq bin Bisya. Hadits ini memiliki jalur periwayatan lain, namun ia tidak bisa menguatkan hadits di atas, karena kelemahannya tidak jauh beda dengannya. Oleh karenanya, Al-Albany menyatakan hadits ini palsu dalam Adh-Dha’ifah (309)

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 16 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

(http://almakassari.com/?p=126)


Labels:

Baca Selengkapnya...
 
posted by إبراهيم at 2:40 AM |
Wednesday, February 20, 2008
Disusun oleh Abdullah Imam



Bertebaran hadits-hadits palsu di sekitar kita adalah diantara sekian banyak sebab yang menyeret umat ini ke jurang kebinasaan aqidah, ibadah dan muamalah. Bagaimana tidak, hadits-hadits tersebut sengaja dibuat-buat oleh mereka yang menyimpan kedengkian yang dalam kepada Islam dan muslimin guna menjerumuskan ummat ini ke dalam keterpurukan akibat yang meyakini sesuatu yang sebenarnya palsu. Sungguh tidak sama sabda Nabi Sholalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan celotehan manusia biasa.


"Agama ini akal, barangsiapa tidak beragama maka ia tidak berakal"





Komentar pakar hadits:
Al Imam An Nasa’i dalam Al Kuuna, berkata: "Ini Adalah Hadits batil yang munkar". Berkata Ibnul Qayyim dalam Al Manar hal 25 "Hadits-hadits yang berbicara tentang akal seluruhnya kadzib (dusta)". Lihat Ad Dhaifah (no 1 halaman 53).






"Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati esok"




"Cinta tanah air sebagian dari iman"




Komentar pakar hadits:
Hadits ini palsu sebagaimana dikatakan oleh Al Imam Ash Shan’ani Rahimahullah dan yang selainnya. Lihat Ad Dhaifah (no 36 halaman 110)





"Perbedaan umatku adalah rahmat"


Al Manawi menukil dari As Subki bahwa ia berkata, "Hadits ini tidak dikenal di kalangan ahli hadits dan saya belum mendapatkannya dengan sanad yang shahih atau dhaif maupun yang palsu". Lihat Ad Dhaifah (no 57 halaman 141).

"Tuntulah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina"

Komentar pakar hadits:
Hadits ini bathil. Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi (2/207) dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan (106/2). Lihat Ad Dhaifah (no 416 halaman 600)

Sumber: Majalah As Salam no IV/Tahun II- 2006/1427 Hijriyah

<-- http://ghuroba.blogsome.com/2007/05/12/hadits-palsu-nan-populer/ -->

Labels:

Baca Selengkapnya...
 
posted by إبراهيم at 2:39 AM | 0 comments
Berikut ini beberapa istilah hadits yang sering dipakai:

1.Mutawatir
Hadits yang diriwayatkan dari banyak jalan (sanad) yang lazimnya dengan jumlah dan jalannya itu, para rawinya mustahil bersepakat untuk berdusta atau secara kebetulan bersama-ama berdusta. Dan perkara yang mereka bawa adalah perkara inderawi yakni perkara yang dapat dilihat atau didengar. Hadits mutawatir memberi faidah ilmu yang harus diyakini tanpa perlu membahas benar atau salahnya terlebih dahulu.

2. Ahad
Hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir.

3. Shahih (Sehat)
Hadits yang dinukilkan oleh seorang yang adil (muslim, baligh, berakal, bebas dari kefasiqan, yaitu melakukan dosa besar atau selalu melakukan dosa kecil dan bebas dari sesuatu yang menjatuhkan muru’ah/kewibawaan) dan sempurna hafalannya/penjagaan kitabnya terhadap hadits itu, dari orang yang semacam itu juga dengan sanad yang bersambung, tidak memiliki ‘illah (penyakit/kelemahan) dan tidak menyelisihi yang kuat. Hadits shahih hukumnya diterima dan berfungsi sebagai hujjah.

4. Hasan (Baik)
Hadits yang sama dengan hadits shahih kecuali pada sifat rawinya dimana hafalannya/penjagaan kitabnya terhadap hadist tidak sempurna, yakni lebih rendah, hadist hasan hukumnya diterima.

5. Dha’if
Hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits shahih atau hasan. Hadits dha’if hukumnya ditolak.

6. Maudhu’
Hadits yang didustakan atas nama Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam padahal beliau tidak pernah mengatakannya. Hukumnya ditolak.

7. Mursal
Yaitu seorang Tabi’in menyandarkan suatu ucapan atau perbuatan kepada Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Hukumnya tertolak karena ada rawi yang hilang antara tabi’in tersebut dan Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, dan mungkin rawi yang hilang itu adalah rawi yang lemah.

8. Syadz
Hadits yang sanadnya shahih atau hasan namun isinya menyelisihi riwayat yang lebih kuat dari hadits itu sendiri, hukumnya tertolak.

9. Mungkar
Hadits yang sanadnya dha’if dan isinya menyelisihi riwayat yang shahih atau hasan dari hadits itu sendiri, hukumnya juga tertolak.

10. Munqathi’
Hadits yang terputus sanadnya secara umum, artinya hilang salah satu rawinya atau lebih dalam sanad, bukan di awalnya dan bukan di akhirnya dan tidak pula hilangnya secara berurutan. Hukumnya tertolak.

11. Sanad
Rangkaian para rawi yang berakhir dengan matan.

12. Matan
Ucapan rawi atau redaksi hadits yang terakhir dalam sanad.

13. Rawi
Orang yang meriwayatkan atau membawakan hadits.

14. Atsar
Suatu ucapan atau perbuatan yang disandarkan kepada selain Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, yakni kepada para shahabat dan para tabi’in.

15. Marfu’
Suatu ucapan atau perbuatan yang disandarkan kepada Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.

16. Mauquf
Suatu ucapan atau perbuatan yang disandarkan kepada para shahabat.

17. Jayyid (Bagus)
Suatu istilah lain untuk hadits shahih.

18. Muhaddits
Orang yang meyibukan diri dengan ilmu hadits secara riwayat dan dirayat (fiqh hadist), serta banyak mengetahui para rawi dan keadaan mereka.

19. Al Hafidz
Orang yang kedudukannya lebih tinggi dari muhaddits, dimana ia lebih banyak mengetahui rawi dalam tingkatan sanad.

20. Majhul
Rawi yang tidak dikenal, artinya tidak ada yang menganggapnya cacat sebagaimana tidak ada yang menta’dilnya, dan yang meriwayatkan darinya cenderung sedikit. Bila yang meriwayatkan darinya hanya satu orang maka disebut majhul al-’ain, dan bila lebih dari satu maka disebut majhul al-hal. Hukum haditsnya termasuk hadits yang lemah.

21. Tsiqah
Rawi yang terpercaya, artinya terpercaya kejujurannya dan keadilannya serta kuat hafalan dan penjagaannya terhadap hadits.

22. Jarh
Cacat, dan majruh artinya tercacat.

23. Ta’dil
Dinilai adil.

24. Mutafaqun ‘Alaih
Maksudnya hadits yang disepakati oleh Al Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih mereka.

25. Mu’allaq/ta’liq
Hadits yang terputus sanadnya dari bawah, satu rawi atau lebih.

Sumber: Majalah AsySyari’ah Vol I06/Maret 2004/Muharram 1425 H halaman 35

http://ghuroba.blogsome.com/2007/04/13/istilah-hadits/


Labels:

Baca Selengkapnya...
 
posted by إبراهيم at 2:37 AM | 0 comments